Postingan

Banjir Pacitan dan Pengalaman Pertama Menjadi Seorang Relawan

Ini kali pertama saya mengikuti kegiatan sosial di bidang kebencanaan. Tanpa persiapan dan bahkan sesungguhnya saya sudah membatalkan rencana untu berangkat beberapa hari sebelum hari H, karena kegiatan kampus yang tidak mau berdamai dengan saya. Hari H datang dan saya baru mendapat kabar bahwa tim saya yang berangkat ke ponorogo akan berangkat dim alam hati which means saya sudah menyeleseikan kegiatan kampus dan bisa ikut. Dengan kepercayaan diri yang penuh, saya coba hubungi koordinator tim pagi itu, pada hari H. Sekitar empat jam perundingan dan pergulatan dengan diri saya sendiri pula, akhirnya saya dipituskan dan memutuskan untuk ikut bergabung bersama tim untuk berangkat ke pacitan dengan agenda memberikan donasi serta pembekalan paikologis bagi para korban bencana alam.  Saya dan tim pada akhirnya berangkat pukul 23.00 WIB dari Surabaya dan sampai di Pacitan pukul 08.30 WIB. Semuanya berjalan lancar, rundown sesuai lah dengan target awalnya sampai pacitan pukul 08.00...

ROADMAP DIRI

Gambar

Desain Majalah Diri

Gambar

TIPS ALA ILEN : Cara Jalan-jalan Tapi Hemat

Akhir minggu kali ini saya mengajak kedua rekan saya dari grup LINE “internal bukan kampus” untuk bermalam di tempat saya dan menghabiskan waktu 24/7 bersama sama. Tapi kemarin itu akhir bulan, dilemanya, kedua teman saya ini lagi “bokek” tapi keinginan untuk jalan jalan tinggi, karena lagi barengan kan kalo jalan asik. Hmmm. Tulisan ini terinspirasi murni dari kejadian pribadi. Tips yang saya cantumkan disini juga tidak memiliki ke valid an yang tinggi. Sekali lagi saya bukan dewa ataupun dewi, semua kata-kata yang saya bagikan ke kalian tidak mutlak untuk sepenuhnya dipercaya yhaa. Kalian saring aja yang menurut kalian, kalian setuju dan lupakan saja jika kalian tidak setuju. Simpel yaa? Saya tanggung jawab dengan informasi yang saya beri dan kalian tanggung jawab dengan informasi yang kalian saring. Be a Good Reader!! Syeeeapp ;))) Jadi drama minggu ini adalah temen-temen yang pada ngginep di kosan rewel minta jalan-jalan karena bosen belajar tapi mereka juga “sambat” kar...

Mahasiswa Psikologi, Peminatan Apa?

Kalo di tempat saya belajar sih, peminatan baru diputuskan saat kita memasuki semester enam atau pada tahun ketiga kita kuliah. Well, saya baru saja memasuki semester enam dan baru saja melewatkan hari hari terbimbang setelah pemilihan jurusan SMA dan jurusan kuliah. Kiranya proses "memilih" yang akan terjadi dalam hidup bakal selesei dua tahun lalu di pemilihan jurusan perkuliahan. Eh ternyata pas da dapet kuliah pun masih perlu "memilih" lagi. Oke, disini saya hanya berbagi pengalaman yang saya lewati. Murni tidak untuk memberikan pengaruh atau apapun, cuma mau berbagi.  Awal semester saya ga paham, bener bener ga paham kalo ternyata pada nantinya kita diharuskan untuk memilih peminatan. Wajar lah ya anak masi suci, masi beloon, anak semester 1. Masuk semester tiga, mulai paham dengan dunia psikologi, mulai meraba raba lah kiranya nanti mau peminatan mana. Dan disinilah saya memiliki keputusan sebesar 60% untuk memilih peminatan PIO atau Psikologi Ind...

Kalkulus

Kaki di atas tanah Hati tetap pada tempatnya Perasaan tak bisa dibodohi Perilaku itu dapat disembunyikan Ucap kata dapat direncanakan Menghindar bukan berarti menolak 99% indikasi menerima dengan cara tersendiri Diam bukan berarti tidak Tidak mau Tidak menerima Tidak berharap Tidak menunggu

Milky Way

Siapa yang tidak teringat dengan cerita Rangga dan Cinta yang akhirnya terualas kembali setelah empat belas tahun? Empat belas tahun. Tak hanya cerita Rangga dan Cinta yang membekas dalam empat belas tahun ke belakang. Empat belas taun yang lalu pula aku....aku tak tau apa yang terjadi padaku namun yang kutau pasti, beberapa detik lalu aku masih berdiri di depan roti bertumpuk dengan lilin yang berbentuk angka 1 dan angka 4. Oh, apakah ini yang dinamakan ulang tahun? Oh iya benar, sepertinya aku baru saja merayakan ulang tahunku yang ke empat belas tahun. Kemudian, apa yang membuatku berdiri disini? Disini sepi, hening tenang, dan aku hanya bisa melihat langit-langit di sekitarku. Ada apa dengan otakku, kenapa aku tak dapat mengingatnya, oh aku benci dengan IQ ku yang rendah ini. Hish menyebalkan sekali. “Bintang jatuh! Make a wish!” Suara itu benar-benanr mengagetkanku dan membuat seluruh bulu tubuhku berdiri semua. Aku panik, apakah itu suara dari seorang makhluk hidup atau... s...